Gua Langse ini bukanlah tempat yang mudah untuk ditinggali. Gua ini terletak di atas tebing setinggi 250 meter di atas permukaan laut yang mana untuk mencapainya beliau harus melewati hutan serta jalanan tepi tebing yang curam. Namun terlepas dari betapa sulitnya akses menuju gua, simbah merasa nyaman dan tenang walau harus hidup jauh dari keramaian kota.
Kehidupan simbah di Gua Langse sudah hampir 50 tahun
Gua Langse ini sebenarnya bukan tempat pertama yang dikunjungi simbah untuk menyepi. Sebelumnya Mbah Sakijem sempat mendatangi Gua Cerme serta Gua Termin. Namun karena dirasa dua gua tersebut kurang memberikan kenyamanan, akhirnya simbah pindah menuju Gua Langse. Mbah Kijem mengaku dirinya sudah mendiami gua sepi nan lembap itu sejak tahun 1968. Dan sekarang Mbah Kijem tak lagi sendiri di sana melainkan ditemani seekor anjing yang pernah dibelinya dari warga dan diberi nama Bambang.
Sudah hampir 50 tahun di gua [image source]Simbah mengaku bahwa kehidupannya di gua cukup menyenangkan untuk dijalani. Meskipun dia harus berjalan kaki sangat jauh untuk membeli kehidupan sehari-hari, bahkan naik turun tebing di usianya yang tak lagi muda ini. Masyarakat setempat awalnya cukup heran dengan sosok nenek yang satu ini, pasalnya tidak ada satu pun dari mereka mengaku betah tinggal sendiri di gua tersebut. Sementara simbah malah sudah puluhan tahun di sana dan mengaku sangat betah bahkan enggan untuk dibawa kembali pulang.
Anak Mbah Kijem sempat memintanya pulang
Mbah Sakijem sebenarnya memiliki anak perempuan yang sangat peduli dengannya. Sang anak yang tinggal di luar kota beberapa kali meminta ibu tercintanya untuk pindah namun tetap saja ditolak. Simbah bercerita bahwa puterinya kerap datang untuk menjenguk, namun memang mereka hanya janjian bertemu di tempat lain sekaligus berjalan-jalan.
Mbah Kijem dan Bambang [image source]Pernah suatu ketika Mbah Kijem diajak tinggal di rumah anaknya, namun dia malah merasa gelisah dan sangat rindu ingin kembali pulang ke gua. Sepertinya rasa nyaman memang tidak sudah tidak bisa tergantikan dengan apa pun. Dan ketika ditanya sampai kapan beliau akan tinggal di Langse, Sakijem menjawab bahwa dirinya tak gentar menghabiskan sisa hidupnya di gua meskipun selama ini hanya berteman seekor anjing.
Gua sering didatangi masyarakat untuk bertapa
Gua Langse ini termasuk salah satu tempat di mana banyak orang datang untuk memperdalam sisi spiritual mereka. Sementara itu warga sekitar merasa Gua Langse ini adalah salah satu gua keramat, itulah kenapa banyak orang datang sekedar untuk melakukan semedi maupun pemujaan. Dan setiap ada orang yang datang simbah akan menjamu mereka dengan menyediakan makanan serta minuman. Jadi para tamu gua tak perlu repot membawa makanan dari jauh lagi.
Mbah Kijem memasak [image source]Salah satu waktu di mana gua ini tampak sedikit ramai adalah ketika malam jumat kliwon maupun selasa kliwon. Peziarah yang datang pun tak hanya masyarakat biasa, tetapi banyak juga tokoh politik serta pejabat kerap mendatangi gua tersebut. Bahkan menurut sang juru kunci Sultan Hamengku Buwono IX dan Presiden Soekarno juga sempat terlihat berkunjung ke Gua Langse. Saking nyamannya Gua Langse tak jarang para peziarah bisa tinggal di sana selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu.
Sosok Mbah Kijem memang merupakan salah satu wanita tangguh yang berani meninggalkan segala kemapanan demi kenyamanan. Di usianya yang sudah tak lagi muda dia masih terlihat sangat kuat menghidupi diri sendiri beserta anjing kesayangan di sebuah gua jauh dari peradaban. Kecintaannya terhadap Gua Langse sepertinya juga sangat besar karena simbah bisa merasa sangat rindu bila harus pergi terlalu lama. Tapi syukurlah di beberapa waktu nenek tiga cucu ini masih ditemani oleh banyaknya peziarah yang datang. Setidaknya dia kembali mendapatkan teman saat itu.
Sosok Mbah Kijem memang merupakan salah satu wanita tangguh yang berani meninggalkan segala kemapanan demi kenyamanan Tentu tidak ada seorang pun di dunia ini yang ingin hidup tanpa tempat tinggal. Bahkan tempat tinggal kerap kali menjadi masalah sebuah keluarga mengalami konflik. Mungkin banyak dari kalian yang masih ingat tentang cerita anak menuntut orang tua hanya karena sebuah rumah. Memang sekarang nampaknya makin banyak orang yang rela melakukan apapun hanya demi mendapatkan rumah. Tapi hal semacam itu sepertinya tidak berlaku bagi sosok Mbah Sakijem. Nama Mbah Sakijem mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Yogyakarta, khususnya daerah Gunungkidul. Pasalnya nenek yang sudah memasuki usia kepala enam ini dikenal sebagai manusia gua Tebing Laut Selatan. Banyak orang menyebut beliau demikian lantaran simbah lebih memilih hidup di gua selama hampir setengah abad dari pada kembali ke rumahnya berkumpul dengan anak cucu. Mbah Sakijem hidup di gua untuk menye...
Dayak memang merupakan salah satu suku di Indonesia yang terkenal dengan beragam kekuatan mistisnya serta sejarahnya. Bila ditanya suku manakah yang paling kuat dan berpengaruh pasti banyak orang akan menjawab suku Dayak. Saking kuatnya adat istiadat yang dipegang, para gadisnya pun disinyalir memiliki daya magis tersendiri meskipun masih merupakan perdebatan. Satu hal yang lagi-lagi mengejutkan dari sejarah suku asli Kalimantan ini adalah sebuah legenda tentang tradisi memotong kepala atau yang dikenal dengan istilah berkayau. Siapa sangka tradisi ini sempat memunculkan cerita sejarah lain berupa NKADIS NIRUK yang mungkin hanya orang Dayak asli yang mengetahuinya. Dan berikut adalah ulasan tentang NKADIS NIRUK yang dilansir dari berbagai sumber. Tradisi Ngayau dikenal sebelum masuknya orang asing di Kalimantan Suku Dayak saat ini tentunya sangat berbeda dengan dahulu. Sekarang dataran Kalimantan sudah dipenuhi oleh para pendatang yang tinggal dan menetap di sana. Padahal dulu k...
Karena sudah banyak orang-orang yang beralih ke media online, nasib koran saat ini sudah tidak setenar dulu lagi. Meskipun begitu masih banyak orang yang tetap setiap menjadi penikmat berita di media cetak ini. Koran dianggap lebih banyak memuat informasi yang lebih akurat ketimbang media yang lain. Baik lowongan kerja, berita, hingga jual-beli bisa ditemukan di koran. Meskipun begitu ternyata media cetak ini juga sering loh membuat sebuah kesalahan, hasilnya para pembaca dibuat ngakak tidak karuan. Mulai dari salah tulis bahkan iklan-iklan konyol yang ditampilkan di koran. Entah itu memang sebuah kesengajaan atau bukan, namun hal tersebut malah bikin sakit perut para pembaca karena tertawa terus. Tidak percaya? Simak ulasan berikut. Awas gak bisa berhenti ngakak. Karyawan apa coba kerjaan main game? Profesi idaman Lowongan Kerja Gokil [image source] Anggap saja Bullpoint yang hilang itu seharga dua ratus juta, jadi wajarkan kalau di iklankan ...
Komentar
Posting Komentar