Sosok Mbah Kijem memang merupakan salah satu wanita tangguh yang berani meninggalkan segala kemapanan demi kenyamanan
Tentu tidak ada seorang pun di dunia ini yang ingin hidup tanpa tempat tinggal. Bahkan tempat tinggal kerap kali menjadi masalah sebuah keluarga mengalami konflik. Mungkin banyak dari kalian yang masih ingat tentang cerita anak menuntut orang tua hanya karena sebuah rumah. Memang sekarang nampaknya makin banyak orang yang rela melakukan apapun hanya demi mendapatkan rumah. Tapi hal semacam itu sepertinya tidak berlaku bagi sosok Mbah Sakijem.
Nama Mbah Sakijem mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Yogyakarta, khususnya daerah Gunungkidul. Pasalnya nenek yang sudah memasuki usia kepala enam ini dikenal sebagai manusia gua Tebing Laut Selatan. Banyak orang menyebut beliau demikian lantaran simbah lebih memilih hidup di gua selama hampir setengah abad dari pada kembali ke rumahnya berkumpul dengan anak cucu.
Mbah Sakijem hidup di gua untuk menyepi
Pilihan hidup Mbah Sakijem mungkin bisa dibilang unik ya, karena di tengah banyak orang ingin hidup santai dan enak di masa tua nenek tiga cucu ini malah menghabiskan waktunya sendiri di sebuah gua di wilayah Gunungkidul bernama Gua Langse. Nenek yang biasa disapa dengan nama Mbah Kijem ini sudah menjadikan Gua Langse sebagai rumahnya setelah mendapatkan permasalahan hidup yang cukup pelik.
Jalanan menuju gua [image source]Mbah Kijem dulunya diceraikan oleh sang suami saat usia pernikahannya masih seumur jagung. Belum lagi kejadian tersebut terjadi ketika umur simbah masih sangat muda, oleh karena itu kemudian dia memutuskan untuk mengasingkan diri dan menyepi di dalam gua.
Selalu saja ada yang menghebohkan dari Tiongkok. Setelah munculnya kehebohan tentang kondisi lingkungan yang miris, pelatihan yang ditujukan pada calon bodyguard wanita yang keras, makanan-makanannya yang membuat orang berpikir dua kali untuk mencicipi, dan sekarang muncul lagi berita mengenai salah satu desa unik di sana. Desa Laoya, merupakan salah satu daerah di Tiongkok yang dikenal sebagai desanya para jomblo. Bagaimana tidak, banyak pria asli Laoya yang masih berstatus membujang meskipun usianya sudah menginjak separuh abad. Sejarah bermula dari kondisi surplus pria di Tiongkok Sebagian dari kalian mungkin sudah pernah mendengar sebuah kebijakan lama yang diberlakukan Tiongkok mengenai satu anak untuk satu keluarga. Kebijakan tersebut diberlakukan semata-mata untuk mengantisipasi terjadinya ledakan penduduk kelak. Selain itu dalam sejarahnya, masyarakat di negara ini lebih menginginkan memiliki anak laki-laki dibanding perempuan. Jadi wajar saja bila saat kebijaka...
Hanya seorang pemuda Inggris berusia 22 tahun Terkuak bahwa pemilik nama samaran MalwareTech tersebut adalah seorang pemuda yang masih belia. Ia adalah Marcus Hutchsins, seorang pemuda yang berusia 22 tahun. Marcus saat ini diketahui tinggal di daerah Cornwall, Inggris. Marcus mengaku jika ia enggan identitasnya diketahui publik. Namun sebuah media di Inggris berhasil melacak dan mencari tahu keberadaannya. Sehingga, mau tak mau, ia harus bersedia untuk muncul ke hadapan publik. Menghentikan penyebaran virus ganas secara tak sengaja Uniknya, Marcus mengaku bahwa dirinya tak sengaja menjadi pahlawan yang menghentikan penyebaran virus ini lebih jauh. Ia hanya menganalisis sampel WannaCry dan menemukan bahwa virus ini terhubung dengan alamat web yang tidak terdaftar. Setelah itu, NEXT >>>
pembunuhan berlatar belakang isu santet terjadi di Pamekasan , Madura, Jawa Timur. Korbannya adalah Abdus Salam (50), warga Dusun Tengah, Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan. Nelayan ini tewas di depan istrinya, Suhana Buk Asmuri (40), di areal persawahan dekat rumah, Minggu (14/5/2017) sekitar pukul 00.30. Dia mengalami enam luka tusukan cukup dalam di sekujur tubuh. Dua pelaku pembunuhan masih dalam pencarian PolresPamekasan. Malam itu sebelum terbunuh, sekitar pukul 23.30, Abdus Salam kedatangan dua tamu sesama warga Desa Ambat beda dusun. Masing-masing Asmuji dari Dusun Lao’ Sabe dan Suyanto dari Semaling. Sebenarnya Abdus Salam dan istri sudah tidur. Mereka kemudian bangun menemui dua tamu itu di gardu bambu depan rumah. Kedua tamu itu memohon kepada korban agar diberi air putih buat keponakannya yang sakit. Korban menolak permintaan tersebut karena selama ini tak memiliki keahlian mengobati orang sakit. "Maaf, saya tak bisa memenuhi permi...
Komentar
Posting Komentar